Wukuf Lancar, Jamaah Haji Thayiba Masih di Mina

Suasana Wukuf di ArafahWukuf di Padang Arafah merupakan puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Para tamu Allah SWT dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Arafah, Sabtu (5/11) siang waktu Arab Saudi bertepatan dengan 9 Zulhijjah 1432 H. Jamaah Haji Khusus Thayiba telah melaksanakan Rukun Haji yang tidak boleh ditinggalkan tersebut.

Informasi yang didapat Thayibanews dari Qaidal Aqsha, Direktur Operasi Travel Haji Khusus Thayiba yang saat ini masih berada Arab Saudi, pelaksanaan Wukuf di Arafah lancar. Qaidal menggambarkan suasana detik-detik penting menjelang Wukuf sebagai berikut :

“Tiba saat hari yang dinantikan semua jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah. Sebagian petugas telah berada di tenda Arafah guna menyambut peserta kami, dhuyufurrahman pagi ini dalam perjalanan Mina-Arafah. Tampak persiapan maktab lebih baik daripada tahun sebelumnya. Pelayanan sejak pagi telah disiapkan secara baik dan banyak, tenda kokoh, AC lancar, bed sesuai dengan jumlah jamaah, toilet banyak dan air lancar. Lokasi tenda kami juga lebih baik, dekat dengan pintu masuk dan  keluar, diapit pohon sehinga bisa mengurangi panas terik matahari siang nanti. Kondisi ini memungkinkan jamaah untuk keluar tenda apabila ingin duduk-duduk bermunajat di luar tenda.”

 

Wukuf adalah kegiatan utama dalam ibadah haji. Bahkan, inti ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah. Bila dalam rangkaian kegiatan haji jamaah tidak dapat melaksanakan wukuf dengan baik, maka tidak sah ibadah hajinya. Wukuf dilaksanakan hanya pada satu hari (siang hari) pada tanggal 9 Dzulhijjah pada penanggalan Hijriyah. Cara pelaksanaan ibadah wukuf ini adalah dengan berdiam diri (dan berdoa) di padang luas di sebelah timur luar kota Mekkah, Arab Saudi. Di daerah terbuka yang gersang tanpa bangunan inilah, lebih dari tiga juta umat Islam dari berbagai pelosok dunia selalu berkumpul tiap tahunnya melaksanakan wukuf.

Wukuf adalah puncaknya haji. Secara fisik, wukuf Arafah adalah puncak berkumpulnya seluruh jamaah, yang berjumlah jutaan, dari penjuru dunia dalam waktu bersamaan. Secara amaliah, wukuf Arafah mencerminkan puncak penyempurnaan haji.

Di Arafah inilah Rasulullah menyampaikan khutbahnya yang terkenal dengan nama khutbah wada’ atau khutbah perpisahan, karena tak lama setelah menyampaikan khutbah itu beliaupun wafat. Di saat itu, ayat Al-Qur’an, surat al-Maa’idah ayat 3 turun sebagai pernyataan telah sempurna dan lengkapnya ajaran Islam yang disampaikan Allah SWT melalui Muhammad saw. Firman Allah SWT : “..Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu….” (Al-Maa’idah:3)

Arafah merupakan gambaran padang Mahsyar, yang nantinya semua makhluk dikumpulkan disana sebelum melangkah ke surga atau neraka. Kehadiran di Arafah memberi arti dan nuansa akhirat dengan Mahsyarnya, sekaligus merenunginya untuk bersiap-siap menghadapi hal itu. Arafah juga merupakan tempat bertemunya Adam dan Hawa setelah beratus tahun saling mencari di muka bumi.

Wukuf artinya hadir dan berada di Arafah pada waktu tertentu antara waktu dzuhur dan ashar.

Disini masing-masing jamaah dipersilahkan untuk mengkondisikan dirinya berkonsentrasi kepada Allah, melakukan perenungan atas dirinya, apa yang telah dilakukan selama hidupnya, merenungi kebesaran Allah melalui Asmaul Husna-Nya, merenungi hari akhirat. *(Agus/QA)

 
Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support

Baca informasi lainnya :