Selesaikan Nafar Awal, 6 orang jamaah Thayiba dibadal
Jamaah haji plus Thayiba Tora telah melesaikan Nafar Awal setelah melaksanakan Thawaf Ifadah dan Sai Haji Jumat (19/11). Nafar Awal adalah pilihan jamaah haji plus Thayiba yang berarti segera meninggalkan Mina pada 12 Zulhijjah. Sedangkan jamaah lain yang mengakhiri prosesi haji di Mina sampai 13 Zulhijjah disebut Nafar Tsani / Nafar Akhir. Dengan pilihan Nafar Awal, jamaah haji plus Thayiba berarti telah selesai semua kewajiban lempar jumrah.
Disebut Nafar Awal karena jamaah lebih dulu meninggalkan Mina untuk kembali ke Mekah dan hanya melontar jumroh 3 hari.Total kerikil yang dilontar jamaah Nafal Awal adalah 49 butir. Sedangkan Nafar Tsani atau Nafar Akhir jika jamaah melontar jumroh selama 4 hari ( 10,11,12 dan 13 Zulhijah).Sehingga jumlah batu yang dilontar 70 kerikil.Jamaah baru meninggalkan Mina 13 Zulhijah.
Enam orang jamaan Thayiba terpaksa dibadal (diwakilkan) lempar jumrah karena kondisi fisik mereka yang tidak memungkinkan. Apalagi cuaca di Mina selama prosesi lempar jumrah sempat turun hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Bahkan diberitakan juga sempat huran es.
"Hujan di Mekkah lebat disertai beberapa kali petir, angin kencang dan diingin seperti butiran es. Namun jamaah haji thayba tetap segera selesaikan nafar awal melakukan tiga jumrah diiringi gema takbir penuh semangat heroik." kata Qaidal Aqsha, Direktur Operasional Thayiba Tora yang ikut mengawal jamaah.
Enam orang jamaan Thayiba terpaksa dibadal (diwakilkan) lempar jumrah karena kondisi fisik mereka yang tidak memungkinkan. Apalagi cuaca di Mina selama prosesi lempar jumrah sempat turun hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Bahkan diberitakan juga sempat huran es.
"Hujan di Mekkah lebat disertai beberapa kali petir, angin kencang dan diingin seperti butiran es. Namun jamaah haji thayba tetap segera selesaikan nafar awal melakukan tiga jumrah diiringi gema takbir penuh semangat heroik." kata Qaidal Aqsha, Direktur Operasional Thayiba Tora yang ikut mengawal jamaah.
Seperti diberitakan detikcom Kamis (18/11), Angin bertiup kencang, sesaat kemudian gerimis disertai hujan mengguyur Mina, Makkah. Sekitar lima menit butiran es sebesar kerikil turun mengawali hujan. Petir beberapa kali bersahut-sahutan.
Hujan turun sekitar pukul 15.30 waktu Arab Saudi, Kamis (18/11/2010). Sebelum hujan, angin kencang bergemuruh dan menerbangkan plastik-plastik ke udara. Angin kencang ini membuat satu plang kantor di Muasyim Mina, rusak. Namun tidak ada korban akibat peristiwa itu.
Di depan kantor Misi Haji Indonesia di Mina, hujan membuat sejumlah jamaah yang akan melontar jumroh sore ini bergegas mencari tempat berteduh. Sementara sebagian jamaah lainnya justru santai dan tampak menikmati hujan. Mereka tetap berjalan menuju jamarat dengan berhujan-hujanan.
"Hujan ini adalah berkah. Sekalian kami mandi setelah tiga hari tidak mandi," seloroh salah seorang jamaah. Di Mina, untuk mandi memang harus antre karena fasilitas untuk kamar mandi hanya sedikit.
Sementara jamaah kloter 76 embarkasi Solo (SOC) tidak mengetahui adanya hujan es. Mereka hanya merasakan hujan turun sangat deras. Mereka memilih tinggal di tenda menunggu hujan reda sebelum melontar jumroh.
"Hujan turun sangat deras, nggak tahu kalau ada hujan es," kata Munadharoh, jamaah asal Semarang yang tinggal di Maktab 12 Mina.
Di Jamarat atau tempat pelontaran jumroh, mengantisipasi adanya korsleting, eskalator dan lift dimatikan sementara. "Eskalator mati," kata staf Humas Kementerian Agama Totok Sugiarto, yang baru saja melontar jumroh di Jamarat.
Hingga pukul 17.00 waktu Arab Saudi, gerimis masih turun. Genangan air mulai bermunculan di sekitar jalan di kawasan Muasyim.
Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support

