Usai Lontar Jumrah, Jamaah Thayiba Disambut Gerimis

Jamaah haji plus Thayiba disambut hujan gerimis yang turun di Mina usai melaksanakan lempar jumrah, sore hari 11 Zulhijjah (17/11). Hingga malam hari rintik hujan masih membasahi area berkumpulnya jamaah haji seluruh dunia itu.  Jamaah haji plus Thayiba sore hari telah selesai melaksanakan lontar 3 jumrah yakni jumrah ula, wustho dan aqabah.

Hujan gerimis yang mengguyur Mina tidak menghalangi jamaah haji lainnya yang belum lempar jumrah untuk bergegas melaksanakan kewajiban haji tersebut. Bahkan gerimis dianggap jamaah sebagai berkah luar biasa dari Allah.karena jarang terjadi.

Untuk memudahkan pelaksanaan lempar jumrah, jamaah haji plus Thayiba dibagi 3 kelompok. Perjalanan menuju lokasi jumrah ditempuh dengan berjalan kaki. Demikian laporan Qaidal Aqsha, Direktur Operasional Thayiba Tora langsung dari Mina, Arab Saudi.

Mabit atau menginap dan melontar jumroh di Mina merupakan salah satu wajib haji. Proses ibadah ini harus dilakukan jamaah bila tidak ingin terkena dam atau denda. Mabit di Mina dilakukan setelah sebelumnya jamaah mabit di Muzdalifah dan mengambil kerikil batu untuk melempar jumroh.

Di Mina ada dua hal yang dilakukan para jamaah. Pertama, melontar jumroh. Pada hari Nahar (penyembelihan), jamaah hanya melontar jumroh Aqobah. Sementara pada hari Ayyamut Tasyrik (hari tasyrik) melontar jumroh Ula, Wustho, dan Aqobah.

Selain melempar jumroh, jamaah juga mabit yaitu tinggal dan menginap di mina selama malam Ayyamut Tasyrik. Selama mabit di mina, jamaah dianjurkan banyak zikir, dan berdoa.

"Insya Allah 12 Zulhijjah dini hari jamaah Thayiba ke Masjidil Haram untuk melaksanakan Thawaf Ifadah dan Sai Haji semoga berjalan mulus dan tertib." ujar Aqsha mengakhiri laporannya. *(gusprapto)
 
Find the Best Web Hosting which offers reliable service and top quality support

Baca informasi lainnya :